Minggu, 23 September 2012

WAJAH TANYA

WAJAH TANYA



Untukmu

Kubacakan salam Qur'an,

wahai sukma kesenyapan



O para pencari

Senyapmu lebih senyap dari penghuni kubur

biarkan tapak melebur

Berpikir tentang....

sampai lelah di titik paling lemah

sampai tanya tak sekedar bahasa



Merenung setangguh gunung

merasa selembut asa

mengindera sekuat fisika

menjerit setinggi langit

menangis sesedih gerimis

tertawa senikmat canda

berkata sejelas suara

membungkam sesepi malam

bahkan, taat setaat malaikat

tetap saja tanya selalu ada

tetap saja rahasia selalu menyapa

O jiwa-jiwa petapa

dunia adalah tempat cinta bekerja

ibadah bukanlah menjauh masalah

pasrah bukanlah menyerah

sejarah adalah rangkaian duka menuju suka

tersenyumlah...

biarkan yang lupa,

merasa menang lalu tertawa

merasa kalah lalu ke gua

Tertawalah...

menahan tawa kau kan jadi gila

Bertanyalah....

setiap tanya menyimpan rahasia,

di tanya awal segala

di tanya akhir segala

Melangkahlah...

berjalan bukan menempuh jarak,

tapi berakhlak dengan akhlak Sang Punya Jarak

sampai keringat tak sudi diingat

Di menara hati aku besaksi,

pasung kesombongan!



Pasti, dalam senyap menyelinap terdekap harap



O harap yang terdekap senyap

Dititian waktu kita berpacu

berteman bayu menuju Satu

ketemu di ujung, bergerak ke ujung yang lain

menuju dunia yang diluar kata-kata,

di mana,

air jadi syair

laut jadi lahut

udara jadi cinta

asap jadi harap

tanya jadi makna

landai jadi andai

ada melebur kata

di mana?



Semesta Sabda,
Fauz Noor
Pustaka Sastra, 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar